Jumat, 21 Juni 2019

Aku Pamit!

Andai saja kau tak mengecewakanku, aku tak perlu sendiri meniti hiruk pikuknya dunia ini. Dulu kau pernah berkata "aku tak akan pernah membuat orang yang aku sayangi menangis". Nyatanya malam ini aku meneteskan air mataku. Aku sudah tak tahan lagi menahan derasnya air mataku. Padahal kau pun tahu kalau sebenarnya aku wanita yang paling jarang menangis. Nyatanya malam ini aku tak bisa lagi membendungnya.

Sudah dua tahun aku menunggumu. Tapi, dirimu selalu sibuk dengan duniamu. Di tahun ketiga aku dengan terpaksa pamit kepadamu. Seolah-olah tangisanku adalah tanda perpisahan kita. Aku sudah tak tahan lagi dengan sikapmu yang dingin kepadaku. Aku sudah terlalu sering kau sakiti dengan sikapmu. Kali ini dirimu bukan tempatku untuk berharap lagi.

Terima kasih pembelajaran yang telah kau berikan kepada diriku. Kau telah melatihku menjadi wanita yang sabar, wanita yang kuat. Aku tak perlu lagi menahan diri saat berhadapan dengan semua tabiatmu kepadaku. Sudah cukup semua harapan yang telah aku bangun selama ini dan seketika lenyap bersama dirimu yang tak pernah berubah. Sudah cukup ruang yang telah aku berikan selama ini. Aku tak ingin lagi dirimu dengan sesukamu menyakitiku dengan sikapmu yang tak kunjung berubah.

Aku tak benci. Aku tak dendam. Hanya saja aku tak ingin terluka lebih lama lagi saat bersama dirimu. Biarkan aku pergi. Biarkan aku sendiri menikmati hidup yang sudah ada dan yang akan datang.

Sebenarnya aku masih sayang kepada dirimu. Tapi, aku harus pergi bersama semua harap yang telah aku beri. Aku terima semua maafmu. Tapi, itu tak akan mengubah diriku saat ini.

Yang aku inginkan darimu ada sebuah perubahan dari semua penyesalanmu. Ada semangat hidup. Ada hasil perjuangan yang telah kau mulai. Tak perlu aku untuk menikmati kesuksesanmu. Saat aku memberi dampak yang baik itu sudah kebahagiaan untukku.

Aku sungguh ingin melihatmu berhasil dalam hidupmu. Entah dengan diriku atau tidak nantinya itu tidak penting. Yang penting kamu bahagia. Siapapun nanti yang bersamamu dia adalah wanita yang beruntung telah memilikimu. 

Dari wanita yang telah kau sakiti dengan sikapmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar