Sudah sekian lama kita tak
berjumpa lagi, selama itu juga hati ini bergejolak menahan rasa rindu dihati.
Tidak tahukah kamu? Aku yang sekarang bukanlah seorang perempuan yang lemah.
Aku sudah bisa hidup sendiri, aku juga sekarang tinggal sendiri di sebuah rumah
kontrakan. Aku bukanlah perempuan yang manja, seperti dahulu kamu kenal.
Saat-saat seperti ini aku ingin
bertemu dengan dirimu. Aku sudah lupa akan sosok dirimu, aku sudah lupa akan
suaramu, aku sudah lupa akan isi hatimu kepadaku. Apakah hatimu masih seperti
dulu? Hati yang membuatku nyaman, hati yang membuatku tentram, hati yang
membuatku lupa penat yang ku alami.
Yang ku ingat perjumpaan terakhir
kita di stasiun, mengantarkanmu untuk kembali ke rumah asalmu. Saat itulah,
saat terakhir aku melihat ke dalam bola matamu. Mata yang begitu indah yang tak
pernah aku lihat sebelumnya. Mata yang menggambarkan ketidak relaan berpisah
dengan diriku. Tidak lama kemudian kamu langsung memeluk erat diriku,
seakan-akan kamu tidak ingin melepaskan pelukanmu.
Kamu tahu? Hatiku tak pernah
berubah walau aku sudah melewati beberapa lekang waktu di tempat ini. Dan aku
juga berharap kamu tak pernah berubah hatimu untukku. Aku ingin sekali berjumpa
dengan dirimu, walau hanya sebentar. Namun, aku tidak tahu akan keberadaanmu
sekarang. semenjak kamu pergi, semenjak itu jugalah kabar-kabarmu menghilang
seraya dihembus angin barat.
Aku terus mencari, menantikan
keberadaanmu. Entah kenapa aku khawatir akan dirimu disana, di dunia yang tidak
aku ketahui akan keberadaanmu. Aku resah akan kabarmu yang tak kunjung datang
di telingaku. Aku gelisah, gelisah akan perubahan hatimu kepadaku.
Namun aku tak perdulikan akan
kegelisahan, akan kekhawatiran dan akan keresahanku. Karena aku yakin dirimu di
sana akan baik-baik saja. Dan dengan keyakinanku ini, aku berharap besar
kepadamu. Jika suatu saat kita berjumpa, aku sudah siap berjumpa dengan dirimu.
Jika kita berjumpa, aku yakin perjumpaan kita karena takdir. Karena takdirlah
yang mempertemukan kita.
Bila kita sudah bertemu, aku berharap kita bisa bersama-sama lagi, seperti sediakala. Yang tak akan pernah berpisah lagi untuk selama-selamanya, kecuali oleh maut yang memisahkan kita. Dan aku percaya sang pencipta akan menjagamu di sana sampai pada waktunya kita berjumpa lagi.