Kamis, 31 Maret 2016

Sejuta Ide Tapi Malah Sibuk

Seperti judul di atas inilah yang gue alami akhir-akhir ini, gue banyak ide untuk nulis tapi ada aja yang menghalangi. Kayak kemaren tuh ada ide buat nulis, eh kami disuruh pindah kamar sama ibu kost nya, yaudah akhirnya mau gak mau harus pindahan. Malamnya sehabis mandi pengen nulis, eh ada yang ngajakin makan. Tanpa pikir panjang akhirnya pergi, eh gak taunya setelah makan keasyikan ngobrol sampe lupa waktu -__- . Gagal lagi deh buat nulis.

Pokoknya akhir-akhirnya ini banyak deh tantangan buat gue mau berkarya. Padahal kalo gue pikir gue tuh siapa? Sampe-sampe harus ada rintangan yang lumayan banyak menurut gue. Kan gue juga kalo nulis ya standar gini (hehe). Maksudnya biasa aja gitu. Iya, halangannya dari acara yang tiba-tiba sama mood gue yang tiba-tiba hilang juga. Ya, intinya gue kapan sempatnya deh nulis, asal  ide di kepala gue gak ilang.

Kayak hari ini nih, gue gak ada jadwal kuliah. Tadi niatnya sehabis sarapan mau nulis gitu eh mood gue ilang. Gara-gara temen satu kost gue nyanyi-nyanyi gitu. Tapi akhirnya gue sempatin juga buat nulis. Karena menurut gue, semakin gue tunda ntar ide-ide di kepala gue bisa ilang. Yaudah akhirnya gue tulis deh, keresahan gue dalam minggu ini.

Ngomongin masalah keresahan gue paling suka nyeritain keresahan gue lewat tulisan. Siapa tau ada yang sama gitu jadikan ada temennya gue (haha). Nah, setiap gue mau mulai nulis gue tuh selalu ada-ada aja yang buat gue gak nulis. Saran dari gue, kalo mau nulis atau mau ngerjakan sesuatu, tunggu dulu 5 menit. Atau gak selesaikan aja dulu semua urusan yang lain. Setelah itu mulai deh dengan waktumu untuk mengerjakan karyamu.
Oke itu dulu dari gue, makasih udah nyempatin waktunya buat ngebaca tulisan gue.

Salam Andre AOK.

Senin, 28 Maret 2016

Tahun Spesial yang ke-23

Yeee, akhirnya gue hidup 23 tahun juga di dunia ini. Rasa senang, rasa syukur, rasa haru tercampur aduk deh pokoknya. Senang karena bisa melewati hari spesial dengan hati yang penuh kebahagiaan. Bersyukur karena masih dipercayakan sama Tuhan untuk masih bisa melanjutkan hidup. Terharu karena setiap ucapan dan doa dari keluarga, teman-teman dan sahabat-sahabat gue.

Jujur, hari yang paling spesial menurut gue adalah hari ulang tahun. Kenapa? Karena dihari itulah gue dilahirkan ke dunia. Tanpa adanya hari kelahiran gak ada tuh yang namanya kehidupan (gue benarkan). Iya, walaupun ada juga orang lain yang nyeletuk "makin tua aja lu", atau "berkurang usia hidup lu". Gapapa, itulah yang namanya proses kehidupan. Semakin tua, berarti udah banyak hal yang udah dilalui dan dipelajari. So, nikmati aja hidup ini dengan pemikiran yang semakin dewasa, bijaksana dalam pengambilan keputusan dan bisa melihat jauh ke depan.

Dan saat ini nyatanya gue masih harus belajar banyak hal lagi tentang kehidupan ini. Soalnya gue merasa pengetahuan yang gue miliki sekarang masih amat teramat kurang. Jadi ya tiap hari harus diupgrade trus ni kepala ama pengetahuan, biar makin pinter. Hehe... Biar bisa ini itu (maunya, haha).

Ngomongin masalah pinter, gue gak pinter-pinter amat sih. Yang penting gue bisa ngikutin setiap bidang yang ada. Bidang yang standar sih menurut gue, haha. Kayak olahraga, sejarah, ekonomi, politik, agama dan psikologi. Tapi ya gue hanya sekedar tau, gak terlalu paham ama mendalami setiap bidang yang ada.

Waduh, kok gue malah bahas bidang-bidang sih, dari awal kan bahas hari spesial. Oke gue kembali ke topik hari spesial lagi deh. Di hari spesial yang akan datang gue pengen setiap chek list yang udah gue buat bisa tercapai (amin). Karena gue pengen belajar setiap tahun ada pencapaian dan evaluasi untuk gue.
Oke sekian dulu dari gue, makasih udah mau nyempatin waktunya untuk membaca tulisan gue.

Salam Andre AOK.

Sabtu, 02 Januari 2016

Sebuah Penantian Rindu Untuk Kekasihku

Sudah sekian lama kita tak berjumpa lagi, selama itu juga hati ini bergejolak menahan rasa rindu dihati. Tidak tahukah kamu? Aku yang sekarang bukanlah seorang perempuan yang lemah. Aku sudah bisa hidup sendiri, aku juga sekarang tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan. Aku bukanlah perempuan yang manja, seperti dahulu kamu kenal.

Saat-saat seperti ini aku ingin bertemu dengan dirimu. Aku sudah lupa akan sosok dirimu, aku sudah lupa akan suaramu, aku sudah lupa akan isi hatimu kepadaku. Apakah hatimu masih seperti dulu? Hati yang membuatku nyaman, hati yang membuatku tentram, hati yang membuatku lupa penat yang ku alami.

Yang ku ingat perjumpaan terakhir kita di stasiun, mengantarkanmu untuk kembali ke rumah asalmu. Saat itulah, saat terakhir aku melihat ke dalam bola matamu. Mata yang begitu indah yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Mata yang menggambarkan ketidak relaan berpisah dengan diriku. Tidak lama kemudian kamu langsung memeluk erat diriku, seakan-akan kamu tidak ingin melepaskan pelukanmu.

Kamu tahu? Hatiku tak pernah berubah walau aku sudah melewati beberapa lekang waktu di tempat ini. Dan aku juga berharap kamu tak pernah berubah hatimu untukku. Aku ingin sekali berjumpa dengan dirimu, walau hanya sebentar. Namun, aku tidak tahu akan keberadaanmu sekarang. semenjak kamu pergi, semenjak itu jugalah kabar-kabarmu menghilang seraya dihembus angin barat.

Aku terus mencari, menantikan keberadaanmu. Entah kenapa aku khawatir akan dirimu disana, di dunia yang tidak aku ketahui akan keberadaanmu. Aku resah akan kabarmu yang tak kunjung datang di telingaku. Aku gelisah, gelisah akan perubahan hatimu kepadaku.

Namun aku tak perdulikan akan kegelisahan, akan kekhawatiran dan akan keresahanku. Karena aku yakin dirimu di sana akan baik-baik saja. Dan dengan keyakinanku ini, aku berharap besar kepadamu. Jika suatu saat kita berjumpa, aku sudah siap berjumpa dengan dirimu. Jika kita berjumpa, aku yakin perjumpaan kita karena takdir. Karena takdirlah yang mempertemukan kita.

Bila kita sudah bertemu, aku berharap kita bisa bersama-sama lagi, seperti sediakala. Yang tak akan pernah berpisah lagi untuk selama-selamanya, kecuali oleh maut yang memisahkan kita. Dan aku percaya sang pencipta akan menjagamu di sana sampai pada waktunya kita berjumpa lagi.