Sabtu, 22 Juni 2019

Nulis itu?

Hai hai hai gue balik lagi nih.
Mmm.. Jadi bingung nih mau bahas apa?. Gimana kalo bahas kenapa gue suka nulis?. Sebelum jauh membahas kenapa gue suka nulis. Mungkin kalian bertanya-tanya emang lu nulis apa? Karya lu apa aja? Iya sih gue akui gue jarang publish tulisan gue.

Udah abaikan aja alasan gak penting di atas, hehe. Kenapa gue suka nulis? Nulis itu salah satu menuangkan ide-ide yang ada dalam otak yang gak bisa diucapkan melalui mulut. Yaelah, bahasanya tingkat dewa deh. Gimana udah paham? Yaaa intinya nulis itu enak buat berkaryalah. Daripada menghayal gak jelas mending menghayal sambil nulis.

Kemudian nulis itu udah kayak bagian hidup gue. Kenapa? Karena dulu gue itu pendiam banget. Mao ngomong aja belepotannya minta ampun. Nah, semenjak gue suka nulis perlahan tapi pasti gue akhirnya lancar ngomong juga, yaelah kayak bocah aja dah, wkwkwk.

Gue punya cita-cita suatu saat karya-karya gue bisa dibaca khalayak orang, diomongin, dikritik bahkan karya gue pun bisa mendunia. Namanya juga mimpi mesti setinggi mungkin. Doakan ya semoga tercapai (amin). Gue pengen kayak Tere Liye, walaupun sibuk sebagai karyawan di sebuah perusahaan tapi dia masih sempatnya buat karya. Bahkan pernah tuh dalam sebulan karyanya jadi. Keren-keren. Salut.

Nah, gue? Mesti belajar banyak lagi dah. Jangan hanya mimpi doang tapi harus dikejar. Mungkin ini dulu yang gue bahas. Makasih udah sempetin baca. Next gue publish lagi.

Salam Andre AOK.

Jumat, 21 Juni 2019

Aku Pamit!

Andai saja kau tak mengecewakanku, aku tak perlu sendiri meniti hiruk pikuknya dunia ini. Dulu kau pernah berkata "aku tak akan pernah membuat orang yang aku sayangi menangis". Nyatanya malam ini aku meneteskan air mataku. Aku sudah tak tahan lagi menahan derasnya air mataku. Padahal kau pun tahu kalau sebenarnya aku wanita yang paling jarang menangis. Nyatanya malam ini aku tak bisa lagi membendungnya.

Sudah dua tahun aku menunggumu. Tapi, dirimu selalu sibuk dengan duniamu. Di tahun ketiga aku dengan terpaksa pamit kepadamu. Seolah-olah tangisanku adalah tanda perpisahan kita. Aku sudah tak tahan lagi dengan sikapmu yang dingin kepadaku. Aku sudah terlalu sering kau sakiti dengan sikapmu. Kali ini dirimu bukan tempatku untuk berharap lagi.

Terima kasih pembelajaran yang telah kau berikan kepada diriku. Kau telah melatihku menjadi wanita yang sabar, wanita yang kuat. Aku tak perlu lagi menahan diri saat berhadapan dengan semua tabiatmu kepadaku. Sudah cukup semua harapan yang telah aku bangun selama ini dan seketika lenyap bersama dirimu yang tak pernah berubah. Sudah cukup ruang yang telah aku berikan selama ini. Aku tak ingin lagi dirimu dengan sesukamu menyakitiku dengan sikapmu yang tak kunjung berubah.

Aku tak benci. Aku tak dendam. Hanya saja aku tak ingin terluka lebih lama lagi saat bersama dirimu. Biarkan aku pergi. Biarkan aku sendiri menikmati hidup yang sudah ada dan yang akan datang.

Sebenarnya aku masih sayang kepada dirimu. Tapi, aku harus pergi bersama semua harap yang telah aku beri. Aku terima semua maafmu. Tapi, itu tak akan mengubah diriku saat ini.

Yang aku inginkan darimu ada sebuah perubahan dari semua penyesalanmu. Ada semangat hidup. Ada hasil perjuangan yang telah kau mulai. Tak perlu aku untuk menikmati kesuksesanmu. Saat aku memberi dampak yang baik itu sudah kebahagiaan untukku.

Aku sungguh ingin melihatmu berhasil dalam hidupmu. Entah dengan diriku atau tidak nantinya itu tidak penting. Yang penting kamu bahagia. Siapapun nanti yang bersamamu dia adalah wanita yang beruntung telah memilikimu. 

Dari wanita yang telah kau sakiti dengan sikapmu.

Kamis, 20 Juni 2019

Ikhlaskanlah

Dalam hidup terkadang ada yang namanya jatuh bangun. Kalau datar aja itu namanya papan (sa ae lu wkwkwk). Saat udah berusaha mati-matian berjuang eh malah gagal. Yang ada pasti merasa frustrasi banget. "Udah ah nyerah aja" terkadang terlintas seperti itu dalam pikiran.

Bukan perkara yang mudah untuk bangkit dan memulai sesuatu yang dulu pernah gagal. Bahkan, ada sebagian menyerah dan hidup dalam penyesalan dan kekecewaan.

Hei sobat...
Ingat waktu terus berjalan. Waktu tak akan ikut diam saat elu tak melakukan apa-apa. Tak mengapa elu menangis dan menyesal namun setelah itu bangkit dan semangat lagi. Tak mengapa gagal saat udah berusaha. Setidaknya ada perjuangan daripada tak mencoba sama sekali.

Hidup bukan hanya perkara setiap apa yang dilakukan berhasil. Namun, bagaimana proses perjuangan itu sendiri.
Hasil pasti akan didapatkan.

Tetap semangat sobat. Tetap tersenyum. Tetap syukuri hidup.
Jangan pernah letih untuk berjuang.

Makasih ya udah sempatin baca.
Salam Andre Aok.